Kamis, 14 Mei 2009

PENCAIRAN DANA PROPOSAL DIPERSULIT


Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMJ PGMI) IAIN “SMH” Banten merasa kesulitan untuk mencairkan dana kegiatan dari pihak akademik. Sejak 1 April hingga hari ini (23/04) belum cair, terlambatannya pencairan ini terkait dengan lamanya pengesahan dari pihak rektorat. Oleh karena itu banyak kegiatan yang tertunda karena ketiadaan dana. Hal ini pula dialami oleh organisasi lain seperti HMJ Muamalat IAIN “SMH” Banten. “Kami merasa kesulitan ketika mengajukan proposal karena merasa diperlambat di bagian umum dan kurangnya kinerja dan pelayanan, itu terlihat dari banyaknya kursi kosong dibagian umum.” Ujar Iwan ketua HMJ PGMI. Namun dari pihak Kasubag Umum rektorat pun membantah atas tuduhan itu. “Kami tidak pernah menunda setiap proposal yang di ajukan,” bantah Lilis salah satu staf bagian umum rektorat. Dia juga menambahi, “setiap proposal yang datang, langsung kami berikan ke Kasubag Umum hari itu juga, setelah kami catat di buku agenda. Kalau masalah lambatnya pencairan dana itu bukan urusan kami, kami tidak tahu menahu.”
Bantahan ini juga di tanggapi oleh Selamet pengganti Kurnia, bendahara umum, “sebenarnya bukan dari pihak bagian umumnya memperlambat, melainkan keterlambatannya dari pihak Rektor yang menangani lalu menyetujui proposal tersebut, dan yang menjadi hambatannya dikarenakan pihak rektorat jarang ada dikantor.”
Lain lagi dengan HMJ TBI, dari sejumlah proposal yang diajukannya ternyata tidak dipersulit, bahkan hanya dengan dua minggu anggaran dana sudah turun. “Untuk semester sekarang Alhamdulillah anggaran dana sudah turun semuanya sebesar 5 juta, sehingga program kerja dari pengurus bisa dilaksanakan. Berbeda dengan tahun yang lalu, kami cukup kewalahan ketika mengajukan proposal karena dipersulit dari pihak atasannya, sampai kegiatan berlangsung proposal baru bisa di cairkan, itupun harus melalui lobi sehingga dana dapat dicairkan 2,5 Juta, dengan alokasi dana yang kami ajukan yakni 3 juta. Setahu saya anggaran per semester untuk HMJ itu sebesar 5 juta, tapi kenapa ketika kami mengajukan anggaran 3 juta, mesti ada potongan?” Ujar Yeni, ketua HMJ TBI.
Menanggapi HMJ TBI, Selamet selaku bendahara umum menyatakan, “sepengetahuan saya dana untuk HMJ itu tidak terbatas, tapi tidak tahu pasti anggaran untuk HMJ dan UKM lainnya karena menurut sepengetahuan saya yang menentukan berapa batasan dana untuk HMJ dan UKM adalah pembantu rektor III (tiga) dan dapat dicairkan satu kali dalam satu semester, tidak bisa lebih.”
Dan untuk prosedur pengambilannya berbeda dengan semerter yang lalu, “Untuk tahun ini ada perubahan prosedur pencairan dana proposal baik HMJ, BEMF atau yang lainnya, supaya tidak mempersulit yang bersangkutan dan pihak rektorat, untuk setiap pengajuan proposal agar menyertakan foto copy nomor rekening bank, terutama Bank BRI, dengan alasan kalau kita menggunakan Bank BRI, uang itu bisa langsung di ambil, tidak dipersulit seperti bank yang lainnya. Adapun nomor rekening itu harus atas nama organisasi, sehingga dana tidak diambil langsung melainkan masuk ke rekening tidak seperti prosedur yang lama, setelah dana dicairkan maka bisa diambil langsung.” Ujar Selamet. (Aziz/Mg SiGMA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar